Hadiah Ulang Tahun Untuk Saya

Dalam lingkungan keluarga saya, juga di kampung tempat saya dibesarkan, hampir tidak dikenal istilah ulang tahun. Namun setidaknya ada satu hal yang bisa dimiripkan dengan peringatan ulang tahun ini. Peringatan kelahiran saya dan teman-teman sewaktu kecil dirayakan dengan acara bernama pamongan. Sebuah acara sederhana yang mengumpulkan para anak-anak kecil sepermainan di rumah anak lain yang weton-nya diperingati. Weton itu istilah jawa, artinya hari kelahiran, tapi bukan dalam artian diperingati setiap tahun seperti yang kita tahu sekarang dengan istilah ulang tahun. Weton itu persandingan antara hari-hari dalam kalender umum yaitu ahad, senin, selasa, rabu, dan seterusnya, disandingkan dengan hari-hari dalam penanggalan jawa yaitu pahing, pon, wage, kliwon dan legi. Hari dalam kalender umum berjumlah tujuh, sedang hari dalam penanggalan jawa berjumlah lima. Hal ini membuat satu siklus weton menjadi tiga puluh lima hari. Kata orang tua saya, saya lahir di hari senin dan bertepatan dengan hari pahing, artinya dalam tiga puluh lima hari kedepan akan bertemu hari senin pahing lagi, maka saat itulah pamongan pertama saya dilaksanakan.

Continue reading “Hadiah Ulang Tahun Untuk Saya”